Pemikiran Fiqh Ibn Rusyd dalam Bidāyah al-Mujtahid

Rifqi Rizaldy

Mahasiswa Semester Akhir Fakulas Ushuluddin Aqidah Falsafat

UIN Jakarta

rifqirizaldy@yahoo.co.id

Pendahuluan

Ibn Rusyd adalah salah seorang sosok ilmuwan Muslim abad ke-12 M. yang memiliki jasa besar bagi peradaban Islam dan juga bagi kemajuan Barat, karena dari terjemahan karya-karyanyalah dinamika berpikir mereka terbuka sehingga menghasilkan apa yang disebut dengan era pencerahan (renasissance), sebagai manifestasi dari peradaban Barat yang hingga kini masih mendominasi dunia. Maka tak heran  jika tulisan-tulisan yang berkaitan dengan peradaban Islam, khususnya dalam bidang pemikiran Islam, terasa tidak lengkap tanpa melibatkan kehadiran Ibn Rusyd. Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Perkembangan Falsafat Islam di Indonesia Tema, Pemikiran dan Propsek ke Depan

Reynaldi Adi Surya

Mahasiswa Semester 3

Fak. Ushuluddin Aqidah Falsafat UIN Jakarta

adisuryareynaldi@gmail.com

Pendahuluan

Pembahasan utama dari makalah ini adalah tentang perkembangan falsafat Islam di Indonesia, baik tema-tema pokoknya dan prospek ke depannya. Kita tahu bahwa Indonesia adalah negara yang penduduknya mayoritas Islam terbesar di dunia. Walaupun Indonesia adalah negara dengan jumlah populasi Muslim terbanyak, tetapi apakah dalam bidang falsafat Islam Indonesia bisa memberi sumbangsih bagi khazanah Intelektual Islam dunia? Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Sesatkah Belajar Falsafat Islam?

Dwi Pratomo
Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Aqidah Falsafat Semester 5 UIN Jakarta
islamician@gmail.com

Pendahuluan

Tujuan penulisan makalah ini adalah menjawab sebuah pertanyaan, “Apakah belajar falsafat Islam itu sesat?” Makalah ini meneliti beberapa segi dari pertanyaan tersebut. Pertama-tama, harus dijelaskan dulu, apa sebenarnya dimaksud dengan ‘kesesatan’ falsafat. Karenanya, pada subbab pertama, penulis mengajukan beberapa kemungkinan makna ‘kesesatan’ tersebut, dan dijelaskan dalam konteks falsafat secara umum, sehingga akan terlihat beberapa hal yang kurang relevan dengan pertanyaan sebenarnya. Namun dari awal penulis sudah menentukan apa makna ‘kesesatan’ tersebut, yaitu penyimpangan terhadap pemikiran keagamaan. Continue reading

Posted in Falsafah islam | Leave a comment

Falsafat Politik Nabi Muḥammad

Dwi Pratomo
Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Aqidah Falsafat Semester 5 UIN Jakarta
islamician@gmail.com

Pendahuluan

Sebelum membahas mengenai falsafat politik Nabi Muḥammad, pertanyaan pertama yang harus diajukan ialah mengenai status dan basis ontologis dari falsafat ini. Apakah benar ada sesuatu yang disebut falsafat politik Nabi Muḥammad? Kalau ada, apa maksud dari istilah ini? Apakah yang dimaksud dengan falsafat politik Nabi Muḥammad itu sama seperti ketika kita berbicara mengenai falsafat politik al-Fārābī, atau Plato, atau Machiavelli? Mengenai pengertian seperti ini, kita mengatakan bahwa seseorang itu merupakan failasuf politik apabila dia memiliki karya di bidang falsafat politik. Artinya, setiap failasuf politik bisa disebut failasuf politik apabila ia menulis buku mengenai falsafat politik. Plato menulis Republic, al-Fārābī menulis Madīnah al-Fāḍilah, dan The Princess oleh Machiavelli. Continue reading

Posted in Falsafah islam | Leave a comment

Ikhwān al-Ṣafā’ dan al-Fārābī dalam Emanasi

Dwi Pratomo
Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Aqidah Falsafat Semester 3 UIN Jakarta
islamician@gmail.com
Pendahuluan

Nampaknya eklektisisme merupakan ciri yang dimiliki hampir semua failasuf Muslim. Terlebih lagi pengaruh dari Sokrates-Plato-Aristoteles dalam gagasan-gagasan para failasuf Muslim. Mengenai kedua pemikir yang akan kami diskusikan di sini, hal tersebut bahkan terlihat lebih jelas. Al-Fārābī dan Ikhwān al-Ṣafā’ merupakan dua tokoh yang kerapkali disebut sebagai ahli sintesis gagasan-gagasan para failasuf Yunani. Sebagaimana telah kita ketahui, salah satu gagasan dari al-Fārābī adalah bahwa sebenarnya tidak ada madzhab dalam falsafat, ia mengajukan gagasan kesatuan falsafat. Begitu pula Ikhwān al-Ṣafā’, kelompok misterius ini dalam setiap kesempatan selalu mencari cara untuk menghilangkan perselisihan antar kelompok, entah itu antar agama, dalam agama, antar madzhab falsafat, dan golongan-golongan lain; dengan tujuan seperti itu, Ikhwān berusaha mengadakan sintesis seluas-luasnya. Meskipun begitu, dalam kaitannya dengan diskusi kami mengenai gagasan kedua pemikir tersebut tentang emanasi, kita akan segera melihat ada perpaduan yang kreatif dari berbagai macam gagasan failasuf Yunani. Continue reading

Posted in Falsafah islam | Leave a comment